Pengaruh Antropometri Terhadap Karyawan dan Dampak Psikologisnya

Posted: March 20, 2010 in Psikologi

Antropometri yaitu studi yang berkaitan dengan pengukuran tubuh manusia yang akan digunakan sebagai pertimbangan ergonomis dalam memerlukan interaksi manusia. Antropometri berasal dari kata antropos (manusia) dan metrikos (ukuran). Ukuran yang digunakan yaitu standar rata-rata/kurva normal.

Data antropometri diaplikasikan secara luas antara lain dalam perancangan area kerja, perancangan peralatan kerja, perancangan produk konsumtif, dan perancangan lingkungan kerja fisik. Data dimensi manusia ini sangat berguna dalam perancangan produk dengan tujuan mencari keserasian produk dengan manusia yang memakainya. Pemakaian data antropometri mengusahakan semua alat disesuaikan dengan kemampuan manusia, bukan manusia disesuaikan dengan alat.

Pemakaian data antropometri mengusahakan semua alat disesuaikan dengan kemampuan manusia, bukan manusia disesuaikan dengan alat. Rancangan yang mempunyai kompatibilitas tinggi dengan manusia yang memakainya sangat penting untuk mengurangi timbulnya bahaya akibat terjadinya kesalahan kerja akibat adanya kesalahan desain (design-induced error).
Standar cara pengukuran posisi tubuh:
Pengukuran dimensi struktur tubuh (pengukuran dalam dalam berbagai posisi standar dan tidak bergerak seperti berat, tinggi saat duduk/berdiri, ukuran kepala, tinggi, panjang lutut saat berdiri/duduk, panjang lengan, dll.
Pengukuran dimensi fungsional tubuh (pengukuran saat melakukan gerakan tertentu yang berkaitan dengan kegiatan yang harus dilakukan atau dengan kata lain pengukuran dilakukan saat tubuh melakukan gerakan kerja dalam posisi dinamis dan banyak diaplikasikan pada proses perancangan fasilitas/ruang kerja)

Tujuan pendekatan antropometri dalam perancangan alat dan perlengkapan adalah agar terjadi keserasian antara manusia dengan sistem kerja (man-machine system) sehingga menjadikan tenaga kerja dapat bekerja secara nyaman, baik dan efisien. Tenaga kerja akan bekerja secara terus menerus pada setiap hari kerja di tempat kerja tersebut. Karena itu perancangan tempat kerja dan peralatan pendukungnya menjadi penting agar sisi buruk yang ada pada setiap produk tidak muncul.

Perancangan suatu produk harus memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran tubuh manusia yaitu umur, jenis kelamin, suku/bangsa, posisi tubuh. Data antropometri akan menentukan bentuk, ukuran dan dimensi dengan produk yang dirancang dan manusia yang akan menggunakan produk tersebut dan dengan demikian maka perancang produk harus mampu mengakomodasikan dimensi tubuh dari populasi terbesar calon pengguna produk yang dirancang.

Untuk mendisain produk secara ergonomis yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau mendesain produk yang ada pada lingkungan haruslah disesuaikan dengan antropometri manusia yang ada di lingkungan itu sebab bila tidak sesuai maka akan menimbulkan berbagai dampak negatif yang akan terjadi baik dalam waktu jangka pendek maupun jangka panjang.
Kenyamanan menggunakan alat bergantung pada kesesuaian ukuran alat dengan ukuran manusia. Jika tidak sesuai, maka dalam jangka waktu tertentu akan mengakibatkan stres tubuh antara lain dapat berupa lelah, nyeri, pusing.

Dalam keseharian kita, banyak terdapat perkakas yang dibuat dengan konsep antropometri. Seperti yang kita baca dari ulasan di atas, antropometri berperan dalam perancangan industri. Dunia kerja tidak mungkin lepas dari antropometri. Kursi-kursi karyawan kantoran misalnya, dibuat seergonomis itu dengan konsep pengukuran fisik manusia yang matang. Dibuat demikian supaya karyawan mudah bergerak dalam lingkungan kerja yang sempit tanpa perlu banyak memalingkan leher. Layar monitor komputer dibuat sejajar dengan jarak pandang yang baik bagi kesehatan mata. Pakaian pabrik logam dirancang sedemikian rupa supaya dapat melindungi tubuh manusia dari radiasi-radiasi berbahaya.

Karyawan yang sehari-hari bekerja didepan komputer misalnya, posisi komputer, meja dan bangku harus disesuaikan dengan ukuran tubuhnya agar ketika dia melakukan tugasnya, dia dapat melakukan dengan maksimal dan memberikan hasil kerja yang baik sehingga produktivitas kerjanya dapat lebih maksimal.

Dari contoh diatas dampak psikologisnya adalah bahwa karyawan tersebut membutuhkan kenyamanan dalam bekerja dengan memberikan posisi komputer, meja, dan bangku sesuai dengan ukuran tubuhnya sehingga dia dapat melakukan dengan maksimal dan memberikan hasil kerja yang baik sehingga produktivitas kerjanya dapat lebih maksimal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s