Pengaruh Urutan Kelahiran Pada Intelegensi Anak

Posted: February 22, 2010 in Knowledge, Psikologi

Pengaruh urutan kelahiran pada anak dan jarak waktu kelahiran merupakan kondisi yang berperan penting pada intelegensi setiap anak, dimana hal itu akan berpengaruh pada skor IQ. Skor IQ akan mempengaruhi keberhasilan anak dalam pendidikannya, pekerjan serta pendapatannya.
Anak pertama itu biasanya lebih cerdas daripada adik-adiknya. Inilah pendapat sepasang suami istri cendekiawan Australia dan seorang professor Psikologi dari Universitas Michigan di Amerika yang masing-masing telah mengadakan penelitian tersendiri.
Profesor Keneth Start dan istrinya Ann dari Universitas Melbourne telah menerbitkan hasil-hasil penelitian mereka dalam suatu laporan yang berjudul: ”Research in education” (Riset dalam pendidikan) yang diterbitkan oleh penerbitan Universitas Manchester. Mereka telah meneliti dan mengobservasi 155 anak-anak yaitu 76 anak perempuan dan 79 anak laki-laki. Mereka kemudian meminta kepada beberapa guru untuk membagi anak-anak itu dalam kategori kecerdasan dan kesanggupan belajar. Dalam laporan dikatakan: Berdasarkan pengamatan para guru, anak-anak pertama mempunyai kesanggupan belajar yang lebih dibandingkan dengan anak-anak yang lahir sebagai anak kedua atau ketiga.
Zajonc et al (1979) berpendapat bahwa kecerdasan mutlak seorang anak dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan mutlak setiap orang dalam keluarga: orang tua, kerabat dewasa, saudara, dan orang-orang yang dikenal oleh sang anak.
Menurut Anastasi, fakta bahwa hubungan antara jumlah saudara kandung dengan IQ merupakan hal yang banyak terjadi pada kelompok-kelompok dengan status sosial ekonomi rendah, ini konsisten dengan hipotesis yang menyatakan bahwa kendala materi dalam keluarga dengan jumlah anggota besar dalam kelompok-kelompok yang berstatus ekonomi rendah berpengaruh negatif pada perkembangan intelektual anak.
Menurut teori Dilution Klasik, variabel posisi saudara mempengaruhi jumlah waktu dan sumber daya material yang dapat diberikan orang tua kepada anaka-anak, lebih lanjut dikatakan bahwa jumlah sumber daya yang berbeda-beda yang diterima oleh masing-masing anak mempengaruhi IQ anak. Teori Dilution Klasik dengan demikian menegasakan bahwa tidak ada efek langsung dari variable posisi saudara kandung terhadap IQ. Hanya ada efek tidak langsung melalui sumber daya orang tua yang didapatkan oleh anak. Sementara Lindert menemukan bahwa tingkat keuntungan bagi anak sulung dalam tahap pendidikan secara statistik merupakan hal positif dilihat dari perbedaan dalam rata-rata waktu yang didapatkan si anak sulung (time-input) dibandingkan dengan pasangan saudara kandung (sibling pair). Namun, karena rata-rata waktu yang didapatkan anak dalam keluarga mungkin berhubungan dengan rata-rata waktu besaran materi yang didapatkan anak, dan karena rata-rata materi yang didapatkan anak tidak dihitung, masih belum dapat dipastikan apakah masalah waktu atau materi yang berperan penting atas perbedaan yang terjadi diantara sepasang saudara.
Sebaliknya teori confluence memprediksi bahwa ada efek langsung variabel posisi saudara kandung terhadap IQ jika sumber daya orang tua yang diberikan kepada anak jumlahnya tetap.
Dari hipotesis alternatif, kedua hubungan yang diamati antara variabel posisi saudara dan IQ adalah salah, karena kegagalan dalam memperhitungkan apakah seorang anak diinginkan pada saat kehamilan atau kelahiran. Hipotesis ini didukung juga oleh penelitian Pohlman (1965) berpendapat bahwa anak-anak yang tidak diinginkan pada masa kehamilan menderita kerusakan fisik dan mental, tapi juga tidak secara eksplisit berhipotesis bahwa anak yang yang tidak diinginkan akan menderita dalam perkembangan kognitif. Sedangkan Bumpass & Wesstof (1970) telah menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang kuat antara jumlah anak-anak yang dikandung seorang ibu dan apakah si ibu menginginkan anak yang dikandungnya pada masa kehamilan. Jadi, masuk akal untuk menyimpulkan bahwa hubungan antara posisi saudara kandung dan IQ mungkin tidak akurat, kecuali jika diperhitungkan apakah anak tersebut diinginkan pada masa kehamilan.
Menentukan jumlah dan jarak usia anak-anak merupakan salah satu cara yang paling penting bagi pasangan yang sudah menikah karena dapat mempengaruhi kualitas anak. Jadi orang tua yang memiliki pengetahuan tentang bagaimana keputusan mengenai jumlah dan jarak usia anak-anak akan mempengaruhi masa depan anak-anak mereka.

Berdasarkan tugas analisis jurnal “EFFECTS OF SIBLING NUMBER ON CHILD OUTCOME”

David M.Heer. 1985. Effect Of Sibling Number On Child Outcome. New South Wales : University Of New South wales

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s