Pemaknaan Eksistensi Diri

Posted: September 14, 2009 in Psikologi

Modernitas dan Westrenitas telah melahirkan suatu syndrome “kehampaan eksistensial”. Syndrome ini ditlandai oleh kebosanan, kehampaan, ketiadaan tujuan, dehumanisasi masyarakat, dan ketidakpedulian dengan apa yg akan dilakukan dalam hidup.
Akhir-akhir ini saya merasa begitu tertarik dengan pandangan Victor Frankl tentang kesehatan psikologis yg menekankan pentingnya “kemauan akan arti”. Terapi psikologi melalui pemaknaan eksistensi ini disebut “Logotherapy”.
Logos dalam bahasa Yunani diartikan sebagai “makna”. Logo terapi memfokuskan pada pencarian makna eksistensi manusia.
Inti ajaran Frankl adalah pandangan bahwa menjalani hidup dimaksudkan untuk suatu tujuan tertentu. Motivasi utama dari manusia adalah untuk menemukan tujuan itu, yaitu makna hidup (the will to meaning). Frankl menekankan pada pentingnya kepercayaan akan adanya makna, bahwa makna itu ada dalam setiap situasi dan bahwa kita bebas dan cukup bertanggung jawab untuk menemukannya.
Pencarian makna yang kita lakukan merupakan fenomena kompleks yang membutuhkan penggalian. Untuk memahaminya kita harus “menjalaninya”.
Hidup setiap orang memiliki makna yang unik, setiap orang memiliki peran unik yang harus diperankan, suatu peran yang tak dapat digantikan oleh orang lain. Setiap orang lahir kedunia ini mewakili sesuatu yang baru, yang tidak ada sebelumnya, sesuatu yang original dan unik. Tugas setiap orang adalah untuk memahami bahwa tidak pernah ada seorang pun yang serupa dirinya.
Makna tidak sama dengan aktualisasi diri. Aktualisasi diri adalah suatu proses yang menjadikan kita seperti apa adanya kita, dimana kita mengembangkan dan menyadari potensi dan bakat kita sendiri. Tetapi meskipun seseorang sanggup sepenuhnya mengembangkan potensinya, belum tentu ia telah memenuhi makna hidupnya. Makna tidak terletak pada diri kita, melainkan terletak didunia luar. Kita tidak menciptakan makna atau memilihnya, tetapi kita harus menghadapi tantangan diluar sana yang memang ditujukan kepada kita.
Tujuan makna adalah sesuatu yang “trancendental”. Transendensi adalah pengalaman yang membawa kita keluar dunia fisik, keluar pengalaman kita yang biasa, keluar dari suka dan duka kita, keluar dari diri kita yang sekarang ke konteks yang lebih luas. Pengalaman transendensi adalah pengalaman spiritual. Sebagaimana kita ketahui, menurut Frankl manusia adalah totalitas fisik, psikis, dan spiritual. Dimensi spiritual mengandung semua sifat khas manusia, seperti keinginan kita untuk memberi makna, orientasi-orientasi tujuan kita, kreativitas kita, imajinasi kita, intuisi kita, keimanan kita, visi kita, kemampuan fisik dan psikologis, kemampuan mendengarkan hati nurani kita diluar super ego, cara humor kita, kemampuan untuk melangkah keluar dan memandang diri kita, transendensi diri atau kemampuan untuk menggapai orang yang kita cintai atau mengejar tujuan yang kita yakini.
Hidup tidaklah semata mengarahkan diri pada realisasi diri ataupun sesuatu dalam diri kita, melainkan mengarahkan diri pada makna yang harus kita penuhi. Setiap kehidupan individu mempunyai maksud, tujuan, serta makna yang harus diupayakan untuk ditemukan dan dipenuhi. Hidup kita tak lagi kosong jika kita menemukan suatu sebab dan suatu arti untuk memberi suatu maksud bagi eksistensi diri kita. Kita semakin mampu menjadi manusia sepenuhnya, ketika kita mampu mengarahkan diri kita kepada suatu tujuan atau kepada seseorang. Kita terbenam dalam seseorang atau suatu hal yang melampaui diri kita, hanya dalam cara ini kita benar-benar menjadi diri kita.
Refrensi tulisan ini saya ambil dari:

Frankl, V. 2003. Logoterapi: Terapi Psikologi Melalui Pemaknaan Eksistensi. Yogyakarta: LKPM
Scultz, Duane. 1991. Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: Kanisius

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s